Oleh: dika | 6 Juli 2009

Jembatan Lamaku

Jembatan Lama Sekarang

Keberadaan sebuah kota tidak pernah lepas keberadaannya akan sebuah kata “POLUTION.” Bahkan mungkin polusi manjadi suatu indikator kamajuan atau perkembangan dunia industri kota itu sendiri. Tak terkecuali Kota Tahu tercinta kita ini, Kediri. Kediri sebagai salah satu kota di Jawa Timur keberadaannya dirasa sudah banyak polusi dimana-mana. Entah itu polusi uadara, air, tanah atau mungkin polusi-polusi yang lain. Tak jarang akhir-akhir ini ketika saya lewat Jembatan Lama, saya menengok ke bawah banyak sekali sampah-sampah plastik terapung, banyak pula juga yang tersangkut di tiang-tiang penyangga jembatan yang telah ada sejak zaman penjajahan Belanda itu. Belantaran sungai Berantas pun tidak ketinggalan. Ironisnya lagi, saya pernah melihat pak penjaga kebersihan Jembatan Lama itu membuang sampah -sampah hasil sapuannya langsung ke sungai dan belantaran. Yah meskipun sampah plastiknya cuma sedikit sih, tetapi kan itu juga menyumbang polusi sungai Brantas kita tercinta bukan? Coba bayangkan jika tiap satu orang yang lewat Jembatan Lama membuang satu sampah langsung ke bawah jembatan. Alamak…! Sampah-sampah itu akan menggunung di bendungan Waru Turi Gampengrejo sana…! Terus apa yang akan terjadi selanjutnya? Banjir, saluran-saluran sungai tersumbat dll.
Maka dari itu sebagai warga Kediri, marilah kita jaga karunia Tuhan ini. Kita rawat, kita pelihara dan sehingga dapat memberikan kemaslahatan untuk kita bersama pula. Pertahankan piala Adipura, tingkatkan kepedulian akan lingkungan. Oke Bozz…!? Kediri… Yeah…!


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.