Jalan Dhoho, ketika menyebut nama terbayang sebuah jalan pusat ekonomi di Kediri yang penuh dengan deretan toko-toko, keramaian, suara lagu-lagu penghibur di tiap toko atau pedagang CD kaki lima, dan tak ketinggalan menyempitnya jalan karena banyaknya kendaraan yang terparkir. Huhh… Melelahkan…!
Berbicara mengenai parkir kendaraan, di tiap-tiap area Jalan Dhoho saya amati telah ada tulisan ” Bebas retribusi dan parkir kendaraan.” Tapi yang saya herankan mengapa biasanya saya lihat kok tetap ada pungutan…? Kalau waktu di jalan Dhoho sendiri sih saya belum pernah ditarik pungutan seperti itu, tapi untuk di gang-gang atau jalan keluar dari Jalan Dhoho seperti jalan ke Jalan Sriwijaya saya pernah melihat ada pungutan. padahal tukang parkirnya juga memakai seragam ala tukang parkir Kediri umumnya. Apakah mungkin di jalan-jalan itu memang tidak berlaku? Tetapi kata teman saya kalu malam hari sering ada pungutan seperti itu. Ataukah kalau malam aturan bebas retribusi dan parkir kendaraan itu tidak berlaku?
Kalau saya pikir jadi tukang parkir Jalan Dhoho jika tidak ada pembebasan retribusi mungkin akan kaya raya. Bayangkan setiap tukang parkir biasanya menguasai daerah dengan panjang kurang lebih 70 meter. Ukuran seperti itu dapat dipenuhi motor 65 buah. Dikali 2 karena biasanya area parkir itu bisa untuk 2 baris untuk motor. Jadi total kapasitasnya 130 buah motor. Jika tiap motor Rp 500,00 dan kapasitasnya 100 motor, tukang parkir mendapat upah Rp 50.000,00. Itu hanya sekali waktu, kalau 3 kali saja, per hari Rp 150.000,00. Per bulannya Rp 4.500.000,00. Puihh…! jadi kalau begitu tidak salah kalau tukang parkir tetap tergiur untuk memunguti. Dan saya sangat setuju jika uang parkir dibebaskan. Jadi kita hanya membayar uang parkir untuk jangka 1 tahun ketika meng”her”kan motor kita. Jadi uangnya terkumpul yang nantinya juga untukkita bersama. Untuk mewujudkan Kota Kediri benar-benar bersemi.
Pokoknya intinya saya berharap kepada pemerintah segera menangani dan menindak lanjuti jika terjadi aksi-aksi pendzoliman seperti itu. Untuk masyarakat pecinta Jalan Dhoho jangan mau kalau ditarik uang parkir. Kecuali kalau dia memaksa dengan cara kekerasan. Tinggal teriak saja, TAHU KUNING…… TAHU KUNING……….!?
Oleh: dika | 8 Juli 2009
Jalan Dhohoku, membingungkan…!
Ditulis dalam Uncategorized

Oh za pik, btw isi blogmu gaulmen pik.! Isine bnxk brta amat.? Btw qm mw jd jurnalis/ wartawan t.? He…he…
Kok isnya brtanx bnyk.!
Oleh: Hasan on 18 Juli 2009
at 12:22 PM